My Friday’s Wingless Angel 1

Jumat, 6 November 2009. saya pulang kampus agak malam karena ada rapat tentang SA dengan SFSC di lantai 5 dan lebatnya hujan saat itu. seperti biasa, saya menunggu kopaja 57 di perempatan mampang prapatan. saat itu waktu sudah menunjukan sekitar pukul 20.15 WIB. oh iya, saya pulang bersama ester, salah satu teman kampus saya. kami khawatir kehabisan kopaja,Alhamdulillah dapat kopaja 57 yang lumayan kosong. kami pun naik dengan perasaan yang biasa2 saja. saya di kursi paling belakang, dan ester di kursi kedua dari depan.

sekitar pukul 20.45 WIB kopaja yang kami tumpangi memasuki wilayah jalan kalibata. sesampainya di depan TMP Kalibata, jalanan yang tadinya sepi dan lancar berubah ramai dan padat. di sisi kanan jalan,kami melihat banyak motor yang memutar arah sampai menyebrangi taman pembatas jalan. memangnya ada apa sih? perasaan saya semakin khawatir ketika melihat 2 mobil polisi di sebelah kanan jalan yang berhenti dengan lampu sirene menyala-nyala. seisi kopaja mulai panik! banyak dari kami yang berdiri (kopajanya sepi) adn melangkah ke depan untuk melihat apa yang sedang terjadi. katanya ada TAWURAN di depan. saya yang hanya pernah melihat tawuran di televisi hanya diam tak bergeming. ga penting banget sih! bikin macet aja..

sekonyong-konyong dan tiba-tiba, dari arah depan kopaja yang kami tumpangi, datang seorang bapak2 memukul-mukul badan kopaja itu seraya berteriak : “Turun-turun…! Mau mampus loe? busnya mau ditebalikin,TUUURUUN..!!!” seketika itu juga kami semua panik, para wanita banyak yang segera turun dari bus, namun para pria masih berusaha tenang. kami duduk kembali dan menutup pintu dan jendela kopaja, dengan harapan kami akan aman dan terlindungi di dalam..

KAMI SALAH

seketika itu juga, datang seorang polisi sambil berteriak-teriak : “TURUN!! TURUN!! MAU MATI? TUUURRUUUUUUUUUN!!!”

entah dari mana ada seseorang yang juga berteriak : “MAMPUS,ADA YANG KENA BACOK..”

sekonyong-konyong kami semua langsung turun dari kopaja. seketika itu juga JALAN KALIBATA DEPAN TMP dipenuhi oleh gerombolan manusia yang panik menyelamtkan diri melawan arus lalulintas, motor2 menembus palka jalan untuk memeutar arah, angkutan2 umum tertinggal kosong, mobil2 pribadi menikuk tiba2 di tengah jalan. Jerit tangis, seruan kekhawatiran, isak kehilangan MEMENUHI udara malam itu. KAMI SEMUA BERLARI MENYELAMATKAN DIRI, entah dari apa…

saat saya sedang berlari tanpa arah,tiba-tiba saya ingat, ESTER!! di mana dia? saya pun panik memutar mata untuk mencari sosok wanita berjilbab itu. saya melihatnya, dia sedang akan menaiki motor dengan entah siapa. saat saya berteriak memanggil namanya, dia sudah hilang ditelan lautan motor yang melaju ke arah jalan kecil tepat di depan TMP.

SAYA SENDIRIAN BERLARI. entah kemana, tidak tahu bagaimana, bersama masa yang juga entah siapa, ke arah duren tiga. menembus mobil2 yang terpatri tak bergerak dan para penonton yang resah tak berdaya. sama seperti polisi dan TNI yang hanya terdiam disisi-sisi jalan. sekilasa saya melihat arloji, sudah jam 21.15 WIB. BAGAIMANA SAYA PULANG? rute kopaja 57 sudah terblokir. bus 45 entah di mana. lagipula, saat itu di cimanggis sudah tidak ada kendaraan untuk saya menembus malam menuju ke rumah. SAYA BENAR-BENAR PANIK. apa yang harus saya lakukan? TIDUR DI JALANAN??

tiba-tiba saya ingat bahwa di kampus masih ada orang yang berjaga. Ryan. saya harus memberitahunya, meskipaun mungkin tidak akan membantu masalah saya, tapi harus ada orang kampus yang tahu. saya pun memeutuskan untuk kembali ke kampus. di jalan yang ramai itu, sulit ntuk mendapatkan kendaraan ke mampang yang bisa berjalan. saya pun menguatkan diri untuk BERJALAN KAKI dari KALIBATA sampai DUREN TIGA.. dengan baju batik yang masih melekat dari pagi, keringat mengucur begitu derasnya membasahi tubuh yang tengah gelisah. Alhamdulillah di depan SD saya mendapatkan kopaja 57 yang menuju ke arah mampang prapatan. tanpa pikir panjang, dan telah kehilangan (saya pikir) ester, saya pn segera naik ke dalam kopaja itu.sepi.. saya duduk di depan, di sebelah seorang wanita yang pastilah sudah memiliki seorang cucu. berikut kira-kira percakapan kami di kopaja:

Nenek(n): tau ga? tadi di kalibata ada tawuran

saya(s): tau bu, saya baru sja menyelamatkan diri dari sana. saya lari dari   kalibata sampe sini

n: oh ya? memangnya ada apa sih?

s: katanya sih tawuran antara orang kampung dan betawi (saya tahu informasi ini dari orang2 yang berkrumun di pinggir jalan)

n: oh, begitu (diam sejenak) ngeri ya…

s: iya bu, sekarang saya bingung ini mau kemana, rumah saya di depok. jam segini gak mungkin pulang. ga ada kendaraan

n: APA? trus kamu mau kemana? kenapa gak lewat pasar minggu aja?

s: rumah saya jauh dari situ, paling dekat ya lewat kalibata bu. tapi sekarang di tutup,lagian sudah ga ada kendaraan lagi di dekat rumah saya…

n: (menatap saya dengan dalam)

s: tapi sekarang saya mau ke kampus, mau laporan bahwa ada tawuran.

n: kampusnya di mana?

s: tendean

n: apa namanya?

s: Sampoerna School of eduation

n: …(berpikir sejenak) oohhh,,yang punya perusahaan sampoerna group itu? putra sampoerna?

s: iya bu,betul

n: berarti isinya penerima beasiswa semua ya?

s: iya bu

n: hebat,ada jurusan apa aja?

s: math dan english

n: kamu jurusan apa?

s: math..

n: wah, cucu saya juga pintar matematika. dia sekolah di New York,saya baru pulang dari sana

s: oh ya? (heran ada orang pulang dari amerika naek kopaja)

n: iya,umurnya 15 taun tapi cerdas. he is so fluent in english..

(so on and so on adalah perbincangan berbahasa inggris antara saya dan nenek itu tentang cucunya di amerika dan tante saya yg juga di amerika)

saat kopaja itu sampai di depan mitsubisi, kami diturunkan. apa lagi ini? ahh….saya pun memeutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke kampus dengan berjalan kaki,saya pun berpamitan dengan nenek itu. baru beberapa langkah saya berjalan, nenek itu sudah memanggil saya kembali “nak,ikut ibu aja naik TAXI sampai mampang..kasihan kamu jalan jauh..” saya pun ikut dengan nenek itu naik taxi sampai mampang. sungguh baik nenek itu, what an angel for me! sayangnya,hingga detik ini, saya tidak menegtahui nama malaikat tak bersayap yang telah menolong saya hari jumat iru. TERIMA KASIH NEK! semoga surga kekal untukmu..AMIN

Categories: Campus Daily | 9 Komentar

Navigasi pos

9 thoughts on “My Friday’s Wingless Angel 1

  1. Riyan Fajri

    assalamu’alaikum wr wb
    oh…

  2. Sufyan Suri

    Pengalaman berharga, jadikan kenangan dan berharap semoga jangan terjadi lagi, hehe,
    wuish, yang penting kamu selamat aja, sobat!!!

    Protest: kok rian doank yang disebut??? padahal dimalam itu pas di kampus ada aq, najib, ama iwan????? Ih, jangan2????

  3. faauu

    yaampun…

    ga nyangka..
    beneran tuh jip…
    keren dah ahh..

  4. beby

    hmm . . . keren . . . nasib ester blm d jelasin gmana endingnya . .

  5. Dian Eki

    Zie, ini bisa jadi cerpen, kalau kamu bisa mengedit bahasanya menjadi lebih apik lagi. coba saja ya, lumayan jika bisa dimuat di majalah.
    Aku jadi teringat dengan kebiasaanku pulang malam-malam, bersyukur tak pernah alami hal ini. Tuhan masih sayang padaku.

  6. firzie

    eki@ thanks…
    nanti lah kalo aku puinya waktu kosong
    hahaha
    sekarang kan lagi sibuk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: