Rupin tanpa rinka

sabtu, 2 januari 2010

kembali ku memulai hari ini dengan angan-angan tentang kegiatan yang akan kulakukan bersama anak2 kecil bersemangat di rumah pintar sukatani pagi itu. setelah memilih pakaian yang pas dengan gaya rambut rapih ku yang biasa, aku pun langsung menuju rupin dengan senyum yang mengembang. tepat pukul 09.00 WIB. setibanya di sana, aku pun di sambut oleh tawa canda dua orang bocah yg sudah tidak sabar untuk mengkreasikan bakat mereka di rupin itu , adi dan apri. “itu emas-emasnya!”. seketika senyumku pun lepas mendengar kata2 itu. tanpa sadar rona wajahku mengembang geli. hahahaha. hanya ada mereka di sana. rupin masih tertutup rapat. para pengurus dan tutor lain belum datang. padahal itu sudah jam 9 lewat lebih dari 5 menit. menyadari apa yang sedang terjadi, aku segera mencari kunci rupin itu. entah siapa yang memegangnya. aku hanya tahu bahwa aku harus mencari tutor lain, dalam hal ini dwi anak bu RW yg telah melibatkan aku dalam pengabdian ini. baru beberapa saat melangkah meninggalkan 2 bocah itu di rupin, aku bertemu dengan sang bu RW. tante ken namanya. aku pun menanyakan perihal kepemilikan kunci rupin itu, beliau bilang bahwa aku harus menemui pak E (nama disamarkan untuk menghindari UU ITE). siapa pula itu?? aku kan tidak kenal siapa2 (meskipun mereka semua mengenalku, ahahai…) aku pun memuttuskan untuk menjemput dwi dulu untuk mencari kunci  bersama-sama, sesampainya di rumah dwi aku langsung di sambut oleh pak RW yang sempat lupa namaku. (T_T) ternyata dwi BELUM MANDI! dengan petunjuk pak RW, aku pun pergi mrnuju rumah pak E. oh, jadi itu yg namanya pak eko. dia pun memberi aku sebuah kunci besar. aku tersenyum menerimanya. yes! aku akan segera bersenang-senang dengan anak2 penuh semangat itu…

ssesampainya di rumah pintar (lagi), 2 bocah itu masih setia menunggu dengan matanya yang polos. aku semakin bersemangat saja. saat aku membuka pintu, ahhhh!! kunci yg aku dapatkan hanya mampu membuka pegangan pintu, tidaj dengan gemboknya. sial!! aku pun kembali bertolak ke rumah pak E, ternyata eh ternyata dia juga tidak punya kunci gemboknya. AARRGHHH, setelah dia menelepon entar siapa dengan mencuekan saya di depan pintu, dia pun menyuruh saya untuk kembali ke rupin sendirian untuk menunggu entah siapa yg akan datang membawa kunci gemboknya. dengan rambut berantakan dan keringat bercucuran (beneran loh, gak lebai ini) aku pun kembali ke rupin. apesnya, di sana sudah bukan hanya 2 bocah itu yang menunggu. kini ada sekitar 7 orang-an yg menunggu SAYA untuk datang membuka pintu. dan saya pun mengecewakan mereka dengan datang tanpa membawa apa-apa. SUMPAH saat itu saya sangat amat kesal. bisa-bisanya ngurusin kunci aja ga bisa!! tanpa bermaksud sombong atau lancang, tapi saya terbiasa dengan organisasi yang serba profesional, setiap orang sadar akan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. masa pengurus rupin dari ibu negara kalah sama anak OSIS sman3 depok? saya benar2 kecewa. aku pun meniatkan untuk menegur para pengurus setelah jam rupin selesai.

setelah menunggu selama hampir setengah jam, akhirnya sang kuncen daatang. fiuuhh… ternyata pak itu yang memegang kuncinya (ga tau namanya siapa). kami pun (aku dan anak2 rupin) langsung melangkah masuk ke rupin. aku baru sadar kalau aku tak tahu harus melakukan apa. errrr. semua angan ku pagi tadi sudah lenyap oleh kekesalan. payah! sebagai tutor sentra multimedia, aku pun langsung mengajak mereka menonton film, filmnya juga baru di pilih saat itu. judulnnya “belajar pintar dengan bana dan bani”. film pendidikan untuk anak2. aku pun agak tenang. film pun di mulai, dengan stereo yang mantab dan TV yang yahud, filmnya serasa nyata (kalo yg ini lebai).  seiring berjalannya itu film, aku makin menyadari bahwa film itu terlalu kompleks. membicarakan tentang kornea, lensa, medula oblongata, kristal air??? mereka anak2 berumur 3-9 tahun!! (kecuali 2 anak berumur 10 tahun, fadel dan satu lagi aku lupa namanya, sebut saja umay<karna memang mirip umay yg artis itu>) akhirnya aku pun memutuskan untuk mengakhiri sesi itu. tiba2 aku dapat ide untuk menceritakan dongeng kepada mereka. cerita tentang asal-usul zebra yg aku buat sendiri sebagai tugas IELL 2 di kampus. saat aku mulai bercerita tentang zebra yg dulunya berwarna emas itu, mereka sangat tertarik. lama-kelamaan mereka bosan. aku shock!! baru kali ini ada yang sebegitu bosannya dengan pembicaraanku. mungkin karna mereka masih anak2 kali ya, karna memang itu adalah PERTAMA kalinya aku bercerita di depan anak2, di tambah lagi dengan keterlambatan kunci pagi itu, seharian mood ku hancur. selesai bercerita, aku pun langsung membagi mereka ke berbagai sentra. DL, PC, buku, dan permainan. (saat itu pengurus rupin sudah datang, jadi aku tidak repot sendiri)

kami meneruskan hari di rupin dengan membuat topeng pesta dari kertas dan sedotan, tentu saja dalam rangka masih memperingati tahun baru. setiap anak di beri sebuah topeng kertas buatan ka fadila, tugas mereka adalah mewarnainya. mereka pintar-pintar. setelah itu ditempel dengan sedotan deh… bagus-bagus lohh!!

eh, itu dua anak di pojok kiri depan (aleks dan simon) ga pake topeng bukan karna mereka tidak buat. tapi karna topengnya sudah di taro di rumah.hahaha

sehabis itu, kami istirahat selama 1,5 jam. mereka pulang ke rumah masing2 untuk makan siang. namanya juga rupin (rumah pintar), letaknya saja di komplek perumahan, jadi memudahkan anak2 untuk mengaksesnya.

pukul 13.00 WIB kami memulai kembali aktifitas di rupin. kali ini kami meminta anak2 rupin untuk menuliskan cerita tentang malam tahun baru mereka. wahhh… awalnya mereka terlihat jengah, namun akhirnya mereka menuliskan cerita2 yg menarik dalam 2-7 kalimat. lucu-lucu banget! apa lagi  4 orang bocag 3 tau yang belum bida menulis. mereka hanya membuat gambar abstrak, tapi tingkah mereka saat membuatnya benar2 membuat saya terpingkal. hahahaha. setelah itu kami pun membuat ikan2an dari kertas warna yang di ikatkan ke sedotan. lagi-lagi timbul kericuhan. banyak yang mesih kesulitan membuatnya, padahal sangat simple, namanya juga anak2! haha. ada yang tidak bida mengikat, tidak tahu cara melipat, takut megang lem, dan sebagainya. saya benar2 terhibur dengan tingkah polos mereka.

aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh…

tiba juga di bagian ini. hari ini saya kembali di buat bahagia dan terkesan oleh anak2 rupin, terutama:

1. fadel, dia adalah seorang anak yang sangat cerdas! dia berumur sepuluh tahun, kelas 5 SD. dia mampu mengeja bahasa inggris dengan baik untuk ukuran anak seumurnya. sangat baik bahkan. dai juga mampu melakukan perkalian matematika dengan sangat cepat! dari dulu saya memang suka denga orang2 cerdas. fadel juga mau mengajarkan teman2nya yang lebih muda untuk bermain dengan Desktop learning. keren banget! cara bicaranya juga sopan…pokoknya saya sangat salut padanya

2. umay (sebenarnya namanya bukan umay, tapi karna dia mirip umay yg artis itu jadi aku memanggilnya begitu, lagian aku juga lupa nama aslinya, hehe) dia anak yang baik. aku tertarik padanya karna dia tertarik padaku. dia selalu mencoba menarik perhatianku. sampai memfoto aku dengan kamera handphone ayahnya segala. dia juga asyik di ajak ngobrol, seru deh! dia juga salah satu yang paling cerdas di rupin, mungkin karna dia juga yang paling besar (10 tahun). serulah!

3. mita and the genk, kenapa? karna ada sekelompok anak perempuan yang selalu bersama-sama, tapi hanya mita yg aku inga namanya. bukan karna apa-apa ya! kelompok ini sungguh “pemberani”. biasannya anak2 perempuan akan agak segan bermain denganku (alasannya karna human development cewe dan cowo itu beda), tapi mereka sangat akrab denganku. (aku mencoba untuk berpikir bahwa mereka tidak genit,hehe) mereka menmgajaku bermain bola2 karet, dan senang sekali bertanya padaku. terutama mita. dia yang paling aktif dan sering bertanay dan menjawab pertanyaan. gaul-gaul abis…

4. simon, dia anak baru di rupin sukatani. dai bahkan bukan anak komplek kami, hanya mampir ke rumah saudaranya, aleks. dia pendiam, tapi entah mengapa saat dia memandang mataku, seperti ada emosi yang terjalin di antara kami (LEBAI). saat aku memperhatikan dia, dia juga jadi lebih aktif. intinya anak yang satu ini menarik saya dengan kediamannya. (loh???) sepertinya anak baik2…hehe xp

kami mengakhiri kagiatan hari itu dengan foto-foto…

ah, aku sudah tak sabar menunggu besok untuk berjumpa dengan mereka lagi, tunggu lanjutan kisahku ya!!

oh iya, penasaran ya sama judulnya yg ga nyambung sama isisnya? rinka itu nama tutor yang ga dateng hari ini. dia lagi ngecaat rumah, hhahaa.  rinka nyesel deh ga dateng!! hehehe

Categories: Private but readable | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Rupin tanpa rinka

  1. Ferlin.ashadi@gmail.com

    selamat siang mas..
    saya ferlin ashadi. saya mewakili dari LPPM ITB akan melakukan kunjungan pendahuluan dan mengidentifikasi kebutuhan rumpin sukatani. sehubungan hal diatas bisa kiranya berkenan untuk memberikan contact person rumpin sukatani yang bisa saya hubungi. no telp contact person dapat dikirimkan ke alamat email saya:
    ferlin.ashadi@gmail.com atau ke ferlin@lskk.ee.itb.ac.id

    terima kasih

    • siang…
      sebenarnya saat ini saya sudah tidak terlibat aktif dalam kepengurusan rumpin sukatani. meskipun begitu, saya akan mencoba membantu anda untuk masalah ini. sebelum itu, saya ingin bertanya. sebenarnya dalam rangka apa y anda melakukan kunjungan ini?
      terim kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: