Darsam’s Speech in Minke-Ann’s Wedding “Bumi Manusia, Chapter 18″

Selamat sore,

Yang Darsam hormati Nyai Ontosoroh, Noni Annelies dan Tuanmuda Minke yang berbahagia, serta para tamu undangan sekalian. Bertahun-tahun yang lalu, Nyai menyelamatkan Darsam dari jalanan Wonokromo untuk bekerja di perusahaan dan keluarga ini. Semenjak itu pula lah tubuh ini mengabdikan segala kesetiaan yang dia miliki hanya kepada Nyai seorang. Namun, dari tahun-tahun yang sudah lewat itu, baru kali ini Darsam melihat kebahagiaan yang begitu besar dan tulus di dalam dinding Boerderij Buitenzorg ini. Sebuah kebahagiaan yang hanya bisa didapatkan dari sebuah percintaan yang tulus antara dua insan manusia. Kebahagiaan yang hanya bisa diberikan oleh Tuanmuda Minke kepada Noni Annelies, yang karena itulah Darsam berterima kasih atas Tuanmuda.

Hadirin sekalian,

Darsam ingat betul saat Tuanmuda Minke pertama kali menginjakan kakinya di rumah ini. Bagaimana mungkin bisa lupa? Pada hari itulah, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Darsam dapat melihat kembali senyum di wajah Noni. Saat itu juga, Darsam yakin bahwa suatu saat nanti Tuanmuda akan menjadi bagian dari keluarga ini. Dan itu terbukti benar kan?

Dengan adanya Tuanmuda di keluarga ini, Darsam yakin bahwa tak peduli betapa kerasnya cobaan yang akan datang, kebahagiaan akan terus bertahta di Boerderij Buitenzorg. Darsam juga ingin meyakinkan Tuanmuda Minke, karena sekarang Tuanmuda adalah keluarga yang sah maka kesetiaan Darsam juga sepenuhnya Tuanmuda miliki. Tentu saja tanpa mengurangi kesetiaan Darsam kepada Nyai dan Noni Annelies. Tuan tak perlu takut dengan manusia sampah dan manusia keparat macam para Mellema itu! Darsam pastikan mereka akan berkalang tanah jika berani macam-macam dengan Tuanmuda, apalagi si gendut! Dia bukan tandingan pendekar macam Darsam. Juga kepada Noni dan Nyai, Darsam berjanji akan menjaga Tuanmuda Minke agar tidak terjatuh dalam kenistaan sundal-sundal Babah Ah Tjong itu.

Terakhir, Darsam hanya bisa mendoakan agar pernikahan Tuanmuda dan Noni diberkahi Gusti Allah dan langgeng hingga saatnya nanti tiba. Maaf bila kata-kata diri ini terlampau kasar, Darsam hanyalah seorang pendekar yang tahunya celurit dan bela diri. Terima kasih.

Categories: Educational Writing | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Darsam’s Speech in Minke-Ann’s Wedding “Bumi Manusia, Chapter 18″

  1. Dian Eki

    Ok zie,m sudah mencakup semua ko. Tinggal bagaimana nada bacaanmu saja. Semangat ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: